Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / berita / Kakek 74 Tahun Dianiaya di Masjid...
BERITA

Kakek 74 Tahun Dianiaya di Masjid Depok hingga Gigi Copot

Kakek 74 tahun memegang Al-Qur'an dianiaya di Masjid Nurul Amal Depok

Kakek 74 tahun memegang Al-Qur'an dianiaya di Masjid Nurul Amal Depok

Lelaki tua itu bernama MS. Umurnya tujuh puluh empat tahun. Pagi itu, dia berada di dalam Masjid Nurul Amal, Sukmajaya, Kota Depok. Di tangannya ada Kitab Suci Al-Qur'an. Hari masih sangat pagi, pukul setengah enam lewat. Kemudian seorang pria lain bernama IM datang membawa kemarahan lama.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, pelaku yang berusia empat puluh tahun itu tampak meluapkan amarah. Lelaki tua itu mencoba menenangkannya dengan suara yang pelan. "Ini masjid Mas, sabar, tahu kan?" kata korban mencoba meredam situasi yang memanas. Namun kemarahan pelaku tidak kunjung surut.

Menurut keterangan dari Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, peristiwa kekerasan ini terjadi pada hari Kamis. Pelaku merasa tersinggung oleh ucapan korban di masa lalu. Pelaku tidak terima disebut hanya berani melawan orang tua, lalu menantang anak lelaki tua itu untuk berduel.

Kekerasan terjadi dengan cepat di tempat ibadah itu. Pelaku memajukan kepalanya, menanduk wajah lelaki tua itu dengan keras. Benturan itu membuat gigi atas korban terlepas dan menyisakan luka memar yang berdarah di bibirnya. Sebuah tindakan yang kasar di tempat yang tenang.

Menurut pihak kepolisian, korban kini telah resmi mengajukan laporan hukum. Aparat dari Polsek Sukmajaya sedang bergerak memeriksa korban serta beberapa saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Penyelidikan kini sedang berjalan untuk menegakkan keadilan bagi lelaki tua yang terluka.

// TOPICS
#penganiayaan #masjid_nurul_amal #depok #kriminal #polsek_sukmajaya #polres_metro_depok
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Ratna Dewi Lestari adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.