Jakarta adalah kota yang keras dan malam-malamnya terkadang membawa darah. Di bawah langit Cawang yang terik pada Jumat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berbicara tentang pemuda, amarah, dan energi yang salah arah. Menurut Pramono, kota ini membutuhkan lebih banyak ruang terbuka, tempat di mana laki-laki muda bisa menguji kekuatan mereka dengan jujur.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rencananya sederhana namun tegas. Pemerintah akan membangun lapangan sepak bola, arena skateboard, hingga ring tinju di berbagai sudut kota. "Untuk tawuran di Jakarta, tentunya kami berusaha untuk mengurangi. Maka dari itu kami siapkan fasilitas, misalnya tempat untuk bermain bola, bermain skateboard, ring tinju di beberapa tempat," kata Pramono. Kalimatnya pendek, seperti seorang petarung yang tahu ke mana harus mengarahkan pukulan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Pramono tidak menyangkal bahwa perkelahian jalanan masih terjadi di beberapa wilayah. Menghapus kekerasan dari jalanan Jakarta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia telah memerintahkan para wali kota untuk turun ke jalan, menemui warga, dan melakukan pendekatan langsung. Menurutnya, ini adalah pertempuran jangka panjang untuk mengubah kebiasaan kota.
Tragedi baru-baru ini di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, menjadi bukti nyata dari kegelisahan jalanan tersebut. Dua kelompok, Geng Salak dan Kujang Mampang, bertemu dalam kegelapan dini hari pada Minggu pertengahan Juni lalu. Seorang pelajar berinisial MFR jatuh dan tidak pernah bangkit lagi setelah senjata tajam mengakhiri hidupnya yang masih muda.
Polisi bertindak cepat pasca-kejadian di Rawajati. Empat orang ditangkap dari jalanan. Tiga di antaranya masih di bawah umur, berinisial APK, AFF, dan RSR, sementara satu pelaku dewasa bernama Dimas Nanda Pamungkas kini harus menghadapi dinginnya sel tahanan. Pramono ingin ring tinju resmi menjadi tempat akhir dari perselisihan, bukan gang-gang gelap yang berujung maut.