Malam itu terasa panas di Bellevue, Nebraska. Ruangan penuh dengan orang-orang yang gelisah. Menurut laporan video dari KETV di Omaha, Anggota DPR dari Partai Republik, Mike Flood, berdiri di depan panggung dan langsung disambut oleh teriakan serta cemoohan. Kongres sedang reses minggu ini, tetapi tidak ada istirahat bagi Flood. Warga menuntut penjelasan tentang SAVE America Act, Israel, NATO, dan kebijakan pemerintahan Donald Trump. Ini adalah gambaran keras tentang apa yang mungkin dihadapi para politikus menjelang pemilihan paruh waktu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan masa lalu, ini bukan pertama kalinya Flood berdiri di depan massa yang tidak bersahabat. Pria itu pernah diteriaki di Seward, Nebraska, pada Mei tahun lalu ketika dia membela rancangan undang-undang One Big Beautiful Bill Act. Tiga bulan kemudian, di Lincoln, orang-orang kembali datang dengan amarah. Mereka mempertanyakan dampak pemotongan Medicaid. Di Bellevue, ketegangan itu kembali. Ketika Flood berbicara tentang penurunan angka kriminalitas dan deportasi, seorang pria di dalam kerumunan berteriak kasar, menyebutnya pembohong.
Flood mencoba bertahan di atas panggung. Dia mengatakan bahwa kejahatan dengan kekerasan telah turun di kota-kota besar Amerika Serikat seperti New York City dan Washington, D.C. Menurutnya, banyak pelaku kejahatan yang telah dipenjara atau dideportasi. Namun, suaranya tenggelam oleh ejekan massa ketika dia mulai membela undang-undang identitas pemilih yang didukung oleh Presiden Donald Trump. Flood mempertanyakan mengapa orang-orang keberatan menunjukkan SIM atau paspor saat memberikan suara.
Menurut Flood, meskipun dugaan kecurangan pemilu di Nebraska sangat kecil, keamanan pemilu akan melahirkan rasa hormat terhadap hukum dan demokrasi. Seorang warga kemudian mendesak Flood untuk menunjukkan bukti kecurangan yang sering digemborkan oleh Donald Trump. Flood menolak tuduhan bahwa dia mendukung klaim tersebut. Dia menegaskan bahwa dia selalu mengakui Joe Biden sebagai presiden yang terpilih secara sah pada pemilu 2020. Dia berkata bahwa dia bukan termasuk anggota kongres yang meragukan hasil pemilu tersebut.
Suasana semakin memanas ketika pembahasan beralih ke urusan luar negeri. Flood menyatakan dengan tegas bahwa Amerika Serikat tidak memiliki sekutu yang lebih besar di Timur Tengah selain Israel. Pernyataan itu memicu cemoohan yang memekakkan telinga. Banjir kecaman datang, tetapi Flood tetap teguh. Menurutnya, apa yang terjadi pada serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas adalah hal yang mengerikan. Dia menambahkan bahwa jika hal tersebut terjadi di tanah Amerika Serikat, rakyat akan bangkit dan menghancurkan ancaman itu.
Massa juga mengkritik kebijakan luar negeri pemerintahan Donald Trump di Iran. Flood membela tindakan keras tersebut dengan mengatakan bahwa mereka harus menyelesaikan pekerjaan di sana dan tidak boleh membiarkan rezim yang telah membunuh rakyatnya sendiri tetap berkuasa. Di sisi lain, Flood mendapatkan sedikit simpati ketika dia menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai seorang bajingan dan menyatakan dukungannya untuk Ukraina. Dia juga mendapat tepuk tangan saat berbicara tentang rancangan undang-undang perumahan bipartisan yang diharapkan akan segera disahkan menjadi hukum.
Namun, kedamaian itu berumur pendek. Ketika Flood menyebutkan One Big Beautiful Bill Act yang membawa pemotongan besar pada bantuan pangan SNAP dan Medicaid, ruangan kembali bergemuruh oleh penolakan. Warga takut kehilangan hak makan mereka. Menurut Flood, orang yang tidak mampu harus dibantu, tetapi mereka yang sehat dan bisa bekerja harus bekerja. Dia menegaskan bahwa jika seseorang tidak bekerja, mereka tidak bisa mengharapkan layanan kesehatan gratis. Mendengar hal itu, seorang warga di barisan belakang berteriak, menyuruhnya untuk memajaki orang-orang kaya.