Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ade Suherman mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk segera mempercepat tindak lanjut pengembangan kawasan wisata Setu Brigif di Cipedak, Jagakarsa. Kepastian program penataan ini menjadi perkara penting karena telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan Ade Suherman dalam rapat kerja Komisi B bersama Disparekraf DKI Jakarta, aspirasi mengenai kejelasan proyek ini kerap disuarakan warga saat kegiatan reses. Warga, pihak kelurahan, hingga para pelaku UMKM menaruh harapan besar agar kawasan penampungan air tersebut segera ditata demi membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Menurut Ade Suherman, Setu Brigif menyimpan potensi besar untuk menjelma menjadi destinasi wisata berbasis alam, pusat olahraga, sekaligus wadah kegiatan ekonomi kreatif. Namun, potensi ini tidak boleh dibiarkan layu dan berhenti pada tahap kajian di atas meja saja.
Politikus PKS tersebut meminta jajaran pemerintah daerah segera merumuskan langkah konkret yang didukung oleh kepastian anggaran serta koordinasi lintas sektor yang kuat. Langkah ini penting agar pembangunan tidak berjalan di tempat dan hanya menjadi sebatas wacana tanpa ujung.
Ade Suherman menekankan bahwa pengembangan Setu Brigif tidak boleh melulu soal beton dan infrastruktur fisik. Penataan ini harus mampu membuka ruang usaha baru bagi pelaku UMKM serta menghidupkan ekosistem komunitas kreatif lokal.
Selain persoalan Setu Brigif, politikus tersebut juga menyoroti manajemen Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang juga terletak di Jagakarsa. Destinasi wisata budaya andalan Jakarta ini dinilai memerlukan penguatan pengelolaan agar daya tariknya tidak pudar.
Berdasarkan masukan dari warga di sekitar Setu Babakan, masih diperlukan pembenahan dalam pemberdayaan pelaku usaha kecil dan penyelenggaraan kegiatan kebudayaan secara berkala. Sinergi antardinas sangat dibutuhkan guna mendongkrak reputasi kawasan tersebut.
Menurut Ade Suherman, Setu Babakan memikul beban moral yang besar bukan sekadar sebagai tempat pelesiran, melainkan sebagai etalase utama pelestarian budaya Betawi. Pengelolaannya harus terpadu agar misi kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan perputaran roda ekonomi warga.
DPRD DKI Jakarta menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal setiap jengkal pengembangan potensi wisata di Ibu Kota. Target utamanya adalah memastikan pariwisata Jakarta mampu menggerakkan ekonomi bawah, meningkatkan pendapatan UMKM, dan menjaga akar tradisi lokal tetap hidup.