Berdasarkan persidangan awal di Provo, Utah, Amerika Serikat, jaksa penuntut umum membeberkan bukti mutakhir terkait kasus pembunuhan Charlie Kirk. Sebuah handuk dan obeng yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian perkara diduga kuat memiliki keterkaitan langsung dengan tersangka utama, Tyler Robinson. Jejak biologis menjadi jangkar yang mengikatnya pada malam jahanam itu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut kesaksian Sersan Jennifer Faumuina dari State Bureau of Investigations, tim pencari fakta berhasil mengamankan sebuah obeng dari atap Losee Center di Utah Valley University. Tempat itu diduga menjadi posisi penembak runduk melepaskan tembakan maut. Polisi juga menemukan senapan Mauser 98 bolt-action yang dibungkus handuk gelap di dekat area tersebut.
Pihak berwenang menyatakan bahwa analisis forensik menemukan profil DNA yang cocok dengan dua pria pada handuk dan obeng tersebut. Berdasarkan hasil uji laboratorium, DNA itu milik tersangka Tyler Robinson dan mantan teman sekamarnya, Lance Twiggs. Jurnalisme mendapati bahwa temuan ini memperkuat sangkaan terhadap pemuda berusia 23 tahun tersebut.
Menurut analisis ahli forensik FBI, Amanda Bakker, Tyler Robinson merupakan penyumbang mayoritas dari sampel DNA campuran yang menempel pada barang bukti tersebut. Sebaliknya, Lance Twiggs merupakan penyumbang minoritas. Twiggs sendiri hingga kini berstatus sebagai saksi yang bekerja sama dengan penyidik dan belum menerima dakwaan pidana.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Tyler Robinson juga diduga telah mengirimkan pesan teks dan catatan tertulis berisi pengakuan dosa kepada Lance Twiggs setelah penembakan terjadi. Jika jaksa berhasil menetapkan dasar hukum yang kuat dalam sidang pekan ini, perkara akan berlanjut ke pengadilan penuh atas dakwaan pembunuhan berencana yang membawa ancaman hukuman mati.