Sinergi Investasi Miliaran Dong dan Modernisasi Pertanian di Wilayah Perbatasan
Pemerintah Provinsi Dien Bien terus mempercepat realisasi proyek pengembangan produksi pertanian dan kehutanan berkelanjutan yang menyasar masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan. Melalui program nasional ini, pemerintah daerah fokus mengoptimalkan potensi komoditas lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Langkah ini dinilai efektif dalam memutus rantai kemiskinan kultural yang selama ini membayangi masyarakat adat.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Dien Bien telah mengucurkan dana stimulan sebesar 134,829 miliar dong untuk mendanai 62 proyek rantai nilai yang melibatkan 4.318 peserta, serta 99 proyek produksi komunitas yang merangkul 2.015 warga. Di Kabupaten Nnam Po, peralihan dari sistem monokultur ke budidaya komoditas unggulan seperti nanas Queen, jeruk, dan kapulaga terbukti melipatgandakan penghasilan para petani setempat.
Read Also
Sebagai contoh nyata, kebun nanas organik seluas satu hektar di Desa Nam Chua kini mampu menghasilkan pendapatan hingga 150 juta dong per tahun, jauh melampaui hasil panen padi nggogo atau jagung tradisional. Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pemerintah yang memberikan bantuan bibit gratis, pupuk, pestisida, hingga pelatihan teknis perawatan tanaman secara intensif agar petani tidak lagi bergantung pada metode konvensional.
Efek positif juga dirasakan di wilayah Dien Bien Dong, di mana produktivitas padi ketan lokal melonjak drastis dari yang semula hanya 10-15 kuintal per hektar menjadi 65 kuintal per hektar berkat standardisasi modern. Bahkan, komoditas buah markisa dari wilayah Si Pa Phin kini telah mencetak sejarah baru sebagai produk pertanian pertama dari kabupaten tersebut yang berhasil menembus pasar ekspor internasional.