Bahaya Infeksi Bakteri Salmonella Stanley pada Mi Instan
Gelombang keracunan makanan massal lintas negara tengah melanda benua Eropa yang diduga kuat bersumber dari produk mi instan cup rasa ayam. Hingga akhir Juni, tercatat ada 106 kasus infeksi yang tersebar di 14 negara, di mana hampir separuh dari total korban harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat gejala yang memburuk.
Otoritas keamanan pangan Eropa (ECDC) mengungkapkan bahwa pelacakan infeksi strain Salmonella Stanley ini mengarah pada produk mi instan asal produsen Ukraina, Euro Food Service. Merespons temuan tersebut, Reeva Foods selaku distributor internasional langsung menarik batch produk yang dicurigai dari pasaran dan memulai investigasi internal demi keselamatan konsumen.
Read Also
Bakteri Salmonella dikenal sebagai pemicu utama keracunan makanan yang umumnya menular lewat konsumsi bahan pangan mentah atau terkontaminasi. Gejala infeksi yang patut diwaspadai meliputi diare parah, kram perut, mual, hingga demam tinggi yang biasanya mulai menyerang dalam waktu 12 hingga 36 jam setelah pasien mengonsumsi produk tersebut.
Sebanyak 33 korban dalam wabah ini merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun yang memiliki sistem imun lebih rentan. Mengingat mi instan jenis ini memiliki masa kedaluwarsa yang cukup panjang, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memeriksa persediaan dapur mereka karena risiko penularan kasus baru masih berpotensi terjadi.