Sinergi Strategis BAZNAS dan Pemerintah Melalui Program Asta Cita
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat koordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menyinkronkan langkah dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui audiensi bersama Kantor Staf Presiden (KSP) guna memastikan seluruh program pengelolaan zakat sejalan dengan agenda prioritas pembangunan yang diusung oleh pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS memaparkan 13 program prioritas periode 2026-2031 yang seluruhnya difokuskan pada upaya pengentasan kemiskinan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa implementasi program-program tersebut dirancang agar selaras dengan target pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita, khususnya pada poin keenam.
Read Also
Selain penyelarasan program, BAZNAS juga mendorong percepatan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengelolaan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMN. "Bayangkan kalau kita mampu mengumpulkan Rp18 triliun per tahun, berapa banyak yang bisa ditolong? Dan itu potensi nyata di depan mata," ujar Idy saat menekankan pentingnya regulasi baru untuk memaksimalkan potensi zakat nasional yang saat ini baru terealisasi sekitar 10 persen.
Tenaga Ahli Madya Kedeputian II KSP, Erni Juliana, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga berfokus pada isu-isu krusial seperti penanganan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, serta penguatan sektor keuangan syariah. Kerja sama ini diharapkan semakin solid seiring dengan rencana transformasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjadi Badan Ekonomi Syariah.