Langkah Strategis Membangun Ekosistem Data Pertanian Digital
Setelah melalui masa uji coba selama enam bulan pada komoditas durian, peluncuran sistem pelacakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memanfaatkan data sebagai pilar utama pengelolaan kualitas. Platform ini dirancang bukan sekadar untuk memudahkan konsumen dan pelaku usaha memverifikasi info produk, melainkan juga untuk mengintegrasikan data bersama antarkementerian, lembaga, serta daerah secara real-time.
Berdasarkan uji teknis, performa sistem ini mampu menangani hingga 1.000 pencarian per detik dan mengelola pemindaian kode QR sebanyak 85 juta kali per hari. Hingga saat ini, sistem telah mengintegrasikan data dari 18.500 produk dari 170 perusahaan di berbagai wilayah, termasuk memfasilitasi ekspor perdana enam kontainer durian ke pasar Tiongkok melalui sistem dokumen digital yang aman.
Read Also
"Seluruh data dalam sistem ini merupakan aset negara, dan operasionalisasinya menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi digital sekaligus menaikkan kelas produk pertanian kita di pasar internasional," ujar To Nguyen Thanh selaku perwakilan pengembang sistem dari Netacom. Implementasi ini diyakini mampu melindungi hak konsumen serta membantu petani menstandardisasi data produksi mereka dari hulu ke hilir.
Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung menegaskan bahwa transparansi asal-usul produk kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menembus pasar ketat seperti Asia, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Di tengah pencapaian ekspor sektor agrikultur yang menembus angka 31 miliar dolar AS pada lima bulan pertama tahun ini, pemanfaatan teknologi blockchain dan kode QR berstandar internasional diharapkan menjadi motor penggerak baru ekonomi digital sektor pertanian.