Ketegangan Politik dan Seruan Balas Dendam Rakyat Iran
Iring-iringan jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei kini sedang berlangsung di Teheran setelah disemayamkan selama dua hari di kompleks religius Grand Mosalla. Pihak berwenang memanfaatkan momen ini untuk menegaskan ketahanan pemerintah selama perang melawan Amerika Serikat dan Israel, sekaligus menjanjikan aksi balasan atas pembunuhan sang pemimpin.
Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun akibat serangan udara di hari pertama perang, telah memimpin Iran selama hampir 37 tahun. Dalam prosesi tersebut, massa yang berkumpul di Alun-alun Imam Hussein membawa berbagai poster kecaman terhadap Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, hingga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan pesan ancaman yang tegas.
Read Also
Upacara penghormatan ini juga dihadiri oleh delegasi kelompok sekutu regional seperti Hamas dan Hizbullah, yang selama ini disokong Teheran dalam garis politik konfrontasi melawan Barat. Panglima Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatami, menegaskan di hadapan publik bahwa seluruh elemen bangsa tidak akan pernah berhenti menuntut keadilan dan menghukum para pelaku serangan.
Di sisi lain, kehadiran tiga putra Khamenei di publik memicu spekulasi terkait keberadaan Mojtaba Khamenei, yang ditunjuk sebagai pengganti namun belum tampil karena dilaporkan terluka dalam serangan serupa. Agenda prosesi ini dijadwalkan berlanjut ke kota suci Qom, Najaf, dan Karbala, sebelum akhirnya dimakamkan di kota kelahiran Khamenei di Mashhad pada hari Kamis.