Upaya Penyelamatan Identitas Sejarah dan Geologis Sunda yang Kian Menyusut
Langkah besar tengah diupayakan oleh sejumlah budayawan dan akademisi demi mengembalikan identitas historis tanah Pasundan. Mereka resmi menggandeng Komisi 1 DPRD Jawa Barat dalam sebuah audiensi untuk membahas urgensi serta latar belakang pergantian nama administrasi wilayah tersebut menjadi Tatar Sunda.
Guru Besar Universitas Padjadjaran sekaligus tim pengkaji, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, menegaskan bahwa usulan ini murni gerakan kultural jangka panjang, bukan komoditas politik sesaat. Berdasarkan catatan sejarah, wilayah Tatar Sunda dahulu sangat luas, membentang dari Banten hingga kawasan Cipamali di perbatasan Jawa Tengah, bahkan sempat mencakup wilayah Jakarta.
Read Also
Ganjar menilai pendekatan administratif saat ini telah memecah-belah wilayah bersejarah tersebut dan mengancam kelestarian nilai sosiologis, kultural, serta psikologis Sunda. "Kalau saya sendiri, paling tidak kita membuat monumen, karena Sunda itu sangat besar secara geologis. Sekarang hanya jadi Jawa Barat saja," ujarnya saat memaparkan argumen.
Terkait kekhawatiran adanya potensi perpecahan atau penolakan dari daerah lain, tim pengkaji memilih fokus membangun kesepahaman internal masyarakat Jawa Barat terlebih dahulu. Respons positif dari DPRD Jabar kini menjadi modal kuat untuk merumuskan regulasi dan tahapan formal berikutnya dalam proses pengajuan nama baru ini.