google android komisi eropa

Banding Ditolak, Google Resmi Didenda Rp 84 Triliun

Indonesia-Vietnam 2026-07-03 google

Google resmi dijatuhi denda 4,1 miliar euro atau setara Rp 84 triliun setelah pengadilan tertinggi Eropa menolak pengajuan banding raksasa teknologi tersebut.

Logo Google di markas besar Uni Eropa terkait kasus hukum

Logo Google di markas besar Uni Eropa terkait kasus hukum

Tiga Praktik Ilegal Google pada Sistem Operasi Android

Langkah hukum Google untuk lepas dari jerat denda raksasa akhirnya kandas di pengadilan tertinggi Uni Eropa. Mahkamah Eropa resmi menguatkan putusan Komisi Eropa terkait sanksi denda atas dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat, yang memanfaatkan dominasi sistem operasi Android untuk menjegal para kompetitornya.

Kasus yang bermula pada tahun 2018 ini membuktikan bahwa Google mewajibkan produsen ponsel pintar untuk memasang aplikasi Google Search dan Chrome sebagai syarat akses ke Play Store. Selain itu, Google terbukti memberikan insentif finansial eksklusif kepada operator seluler serta mengancam akan memblokir izin prapemasangan aplikasi jika produsen nekat menjual perangkat dengan sistem operasi Android alternatif.

Pihak Google menyatakan kekecewaannya dan berargumen bahwa Android justru telah membuka banyak ruang pilihan gratis bagi pengguna serta mendukung perkembangan ekosistem pengembang di Eropa. Melalui juru bicaranya, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menilai putusan pengadilan gagal menghargai investasi besar yang telah mereka kucurkan selama ini.

Ketegangan regulasi ini diprediksi akan memperkeruh hubungan dagang lintas Atlantik setelah Presiden AS Donald Trump ikut bereaksi keras terhadap kebijakan Eropa. Trump bahkan sempat mengancam akan memberlakukan tarif masuk sebesar 100 persen bagi negara-negara yang dinilai sengaja mengincar perusahaan teknologi AS dengan pajak atau denda digital terarah.

google android komisi eropa denda google antimonopoli
N

Hidayat Hamzah

Jurnalis Politik Senior - Indonesia-Vietnam

Wartawan senior dengan pengalaman meliput dinamika politik di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Menyajikan analisis mendalam tentang kebijakan publik, hubungan bilateral, dan isu strategis nasional.