Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / ekonomi / Kopi Starling Janjikan Cuan Melimpah...
EKONOMI

Kopi Starling Janjikan Cuan Melimpah bagi Perantau Muda Madura

Pedagang kopi starling asal Madura mengayuh sepeda di kawasan Bundaran HI Jakarta

Pedagang kopi starling asal Madura mengayuh sepeda di kawasan Bundaran HI Jakarta

Di tengah deru dan hiruk pikuk kendaraan yang memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sejumlah pedagang kopi keliling merayap di lajur paling kiri. Mereka dikenal sebagai pedagang "starling". Tanpa pelindung kepala dan hanya bermodalkan kayuhan sepeda, para pemuda ini dengan cekatan menembus kemacetan di bawah terik matahari ibu kota.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, para pedagang ini segera menyebar ke berbagai titik di jantung kota Jakarta. Sebagian dari mereka memilih melaju lurus ke arah Jalan Sudirman, sebagian lagi menepi di trotoar sambil bersiaga menghindari kejaran petugas Satpol PP, sementara sisanya memilih berlindung di balik Pos Lalu Lintas Bundaran HI.

Menurut Ahmad, area di belakang Pos Lalu Lintas Bundaran HI tersebut telah menjadi markas berkumpul bagi dirinya dan rekan-rekan sesama pedagang starling yang rata-rata masih berusia 20 tahunan. "Biasanya kita gantian keliling. Nanti ketemunya di sini lagi. Jadi semacam markas lah di sini," kata Ahmad saat diwawancarai pada Senin.

Keempat pemuda yang berkumpul siang itu seluruhnya merupakan perantau tangguh yang datang dari Pulau Madura, Indonesia. Bagi mereka, kerasnya aspal Jakarta dan sepedanya masih menawarkan masa depan yang menjanjikan. Pendapatan dari menjual kopi saset keliling ini bahkan diklaim mampu melewati standar UMP Jakarta.

Berdasarkan pengakuan Ahmad, dirinya baru hitungan bulan menekuni kembali profesi ini secara penuh. Sebelum memantapkan diri mengayuh sepeda kopi di Jakarta, pemuda berusia 22 tahun tersebut sempat bertahan hidup dengan bekerja sebagai buruh bangunan di kampung halamannya selama setengah tahun.

Rasa penasaran dan panggilan untuk mencari pengalaman hidup yang lebih luas akhirnya membawa Ahmad kembali ke ibu kota. "Dulu pernah kerja starling 1 bulan pas waktu libur sekolah, terus karena masuk masa pendidikan lagi, saya pulang ke Madura. Pas lulus sempat kerja bangunan setengah tahun, habis itu pergi ke Jakarta nyoba jualan kopi lagi," ucap Ahmad dengan tenang.

Menurut Shifa, rekan sewilayah Ahmad yang berusia 21 tahun dan berasal dari Sampang, Madura, keputusan memilih jalur hidup sebagai pedagang starling didasari oleh alasan kebebasan. Waktu kerja yang fleksibel dan kemandirian penuh menjadi alasan utama mengapa profesi ini tetap bertahan dan diminati oleh generasi muda perantau.

// TOPICS
#jakarta #kopi_starling #madura #perantau #ekonomi #kisah_inspiratif #ump_jakarta
Jurnalis Senior - Spesialis Politik & Ekonomi Nasional

Agus Salim Maulana adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 15 tahun meliput dinamika politik dan ekonomi Indonesia. Keahliannya dalam menganalisis kebijakan pemerintah, isu legislatif, dan tren ekonomi makro menjadikannya rujukan utama bagi pembaca yang haus akan informasi akurat dan mendalam. Telah meliput berbagai peristiwa penting seperti pemilu, sidang kabinet, konferensi ekonomi internasional, dan wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh kunci nasional.