Hari itu mendung dan kecemasan datang tanpa suara. Menurut keterangan dari Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, polisi kini telah mengantongi identitas dari orang yang diduga mengirimkan pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Petugas bergerak cepat di bawah ketegangan yang nyata, mencari jejak pelaku yang mencoba menebar ketakutan di pagi hari.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sang pelaku mengirimkan pesan bernada ancaman itu kepada seorang pegawai tata usaha di sekolah tersebut. Dalam pesannya yang dingin, pelaku mengaku telah menyiapkan sebelas titik bom yang siap diledakkan dalam hitungan menit. Ancaman itu membuat suasana sekolah seketika berubah mencekam.
Bencana tidak terjadi hari itu karena ketanggapan petugas. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror segera datang dan melakukan penyisiran yang melelahkan selama dua jam di setiap sudut bangunan sekolah. Menurut polisi, tidak ditemukan adanya bahan peledak atau benda mencurigakan lainnya di lokasi kejadian. Keadaan dinyatakan aman, namun kewaspadaan tetap dijaga ketat.
Demi keselamatan yang utama, pihak sekolah dan kepolisian segera mengambil keputusan tegas untuk memulangkan seluruh siswa dan meminta para wali murid membawa anak-anak mereka kembali ke rumah. Mereka berjalan pulang menjauh dari sekolah, sementara para petugas dari Tim Gegana masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan segalanya benar-benar bersih dari bahaya.