Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / berita / Keluarga Kristen Lawan Swedia di...
BERITA

Keluarga Kristen Lawan Swedia di Washington Terkait Hak Asuh Anak

Aksi protes keluarga Kristen di depan Kedutaan Besar Swedia di Washington D.C.

Aksi protes keluarga Kristen di depan Kedutaan Besar Swedia di Washington D.C.

WASHINGTON — Matahari belum tinggi ketika sekelompok orang berkumpul di depan Kedutaan Swedia di Washington, D.C. hari Jumat. Mereka adalah orang-orang Rumania-Amerika yang datang untuk sebuah urusan yang berat. Di sana ada Daniel dan Bianca Samson, sepasang orang tua Kristen yang telah kehilangan dua putri mereka, Sara dan Tiana, sejak Desember 2022. Pemerintah Swedia mengambil anak-anak itu, dan sejak saat itu, rumah mereka menjadi sepi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini bermula dari hal sepele yang menjadi besar. Sara, yang saat itu berusia 11 tahun, bertengkar dengan orang tuanya karena tidak diizinkan memakai riasan wajah dan memiliki telepon pintar. Ia membuat laporan palsu tentang kekerasan. Sara segera mengaku bahwa ia berbohong, tetapi dinas sosial Swedia tidak peduli. Mereka tetap membawa gadis-gadis itu pergi dari rumah mereka.

Jaksa tidak menemukan bukti kekerasan fisik. Namun, negara menolak mengembalikan anak-anak itu. Menurut pihak berwenang Swedia, kebiasaan keluarga tersebut beribadah di gereja tiga kali seminggu dan pilihan media mereka adalah bukti dari "ekstremisme agama". Di pengadilan, hukum terasa dingin bagi Daniel Samson. Pengacara menggunakan pilihan pengasuhan mereka untuk melawan mereka, seperti fakta bahwa anak-anak perempuan itu tidak boleh mewarnai kuku mereka, tidak adanya televisi di rumah, dan pembacaan cerita Alkitab yang oleh otoritas setempat disebut "kejam".

Kasus ini memicu kemarahan internasional. Senat Rumania telah menyetujui deklarasi yang menuntut Swedia mengembalikan anak-anak tersebut. Senator Rumania Titus Corlatean dan Pendeta Cristian Ionescu dari Chicago datang ke Washington untuk berbicara. Menurut Corlatean, anak-anak itu adalah warga negara Rumania dan Swedia telah melanggar hukum internasional. "Tidak ada timbal balik dalam hubungan ini, tidak ada jawaban positif. Ini adalah simulasi kerja sama," kata Corlatean dengan kecewa.

Pemisahan ini membawa luka yang dalam bagi anak-anak. Menurut kesaksian Daniel Samson, kedua putrinya telah mencoba bunuh diri enam atau tujuh kali selama berada dalam tahanan negara. Putri tertuanya kini berada di fasilitas psikiatri dewasa. Swedia kini bahkan melarang keluarga itu untuk melihat anak-anak mereka dan berniat mengubah nama mereka. Berdasarkan keputusan terakhir, keluarga Samson telah kalah 14 kali di pengadilan Swedia, dan banding terakhir mereka ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa dinyatakan tidak dapat diterima.

Pihak Kedutaan Swedia menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengintervensi kasus individu. Berdasarkan pernyataan resmi mereka, dinas sosial Swedia bekerja untuk memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, tanpa memandang agama atau asal-usul. Namun bagi Daniel Samson, perjuangan ini belum selesai. Di bawah langit Washington, ia hanya menginginkan anak-anaknya kembali.

// TOPICS
#swedia #washington_d.c. #hak_asuh_anak #kebebasan_beragama #rumania #dinas_sosial
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Ratna Dewi Lestari adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.