Combiendetemps News Combiendetemps News
/home / berita / Besi Tua dan Jalanan Sunyi: Macet...
BERITA

Besi Tua dan Jalanan Sunyi: Macet Panjang di Gatot Subroto

Kemacetan kendaraan di Jalan Gatot Subroto imbas pembongkaran JPO Tendean Jakarta Selatan

Kemacetan kendaraan di Jalan Gatot Subroto imbas pembongkaran JPO Tendean Jakarta Selatan

Matahari sore mulai tenggelam di langit Jakarta yang berdebu. Di bawahnya, logam-logam kendaraan mengular tanpa ujung. Jalan Gatot Subroto menuju Kuningan, Jakarta Selatan, kehilangan geraknya sore ini. Jalanan itu mampat, menjadi sungai besi yang diam, tercekik oleh runtuhnya sebuah jembatan penyeberangan orang di Jalan Kapten Tendean yang harus dibongkar.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Selasa sore, mobil dan sepeda motor bergerak sangat lambat. Mereka merayap di bawah kecepatan dua puluh kilometer per jam, terutama pada lajur kanan yang seolah enggan mengalir. Ekor kemacetan merentang jauh ke belakang, menggapai Jalan MT Haryono menuju arah Pancoran, sementara jalan di seberangnya tetap lengang dan tenang seperti sungai yang mengalir jernih.

Kesulitan ini juga memukul bus-bus besar TransJakarta. Koridor 13 yang biasa membelah kota kini harus tertahan. Menurut pengumuman resmi dari pihak Transjakarta melalui media sosial mereka, "Rute 13B mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya pekerjaan pembongkaran JPO di sekitar Tendean sehingga mengakibatkan kepadatan lalu lintas." Penumpang harus menunggu dalam ketidakpastian.

Perjalanan rute Tegal Mampang menuju Ciledug terpaksa dipangkas demi menghindari sumbatan itu. Layanan bus kini hanya berakhir di Rawa Barat sebelum kembali ke Ciledug. Selain itu, rute 13B dan L13E mengalami pengalihan arah, membuat halte Tegal Mampang menjadi sepi dari kedatangan bus yang mengarah ke Puri Beta.

Pangkal dari semua kekacauan ini adalah sebuah jembatan tua yang ditabrak oleh truk besar pada pagi hari. Besi-besi jembatan itu bengkok dan harus dipotong. Hingga jam pulang kerja tiba, para pekerja masih bergelut dengan logam panas dan alat berat di tengah kepungan asap kendaraan.

Aplikasi navigasi menunjukkan warna merah pekat dari simpang Kuningan hingga Simpang Susun Semanggi. Jalan Rasuna Said, Jalan Pasar Minggu, hingga kawasan SCBD turut merasakan beban dari kepungan kendaraan yang mencari jalan keluar.

Menurut Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados saat dihubungi sore itu, polisi sedang berusaha keras memecah kebuntuan ini. "Untuk arus lalin yang mengalami kepadatan pada hari ini yaitu Jalan Sudirman-Thamrin dari arah utara menuju selatan, ini masih kita pola pengaturan untuk penarikannya ke selatan," ujarnya tenang.

Kompol Robby Hefados juga menambahkan bahwa pintu keluar SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo menjadi titik paling berat sore ini. Sumbatan itu adalah akibat langsung dari evakuasi dan pembongkaran JPO yang ditabrak truk sejak pagi hari. Manusia dan mesin harus bersabar menunggu pekerjaan itu selesai.

// TOPICS
#macet_jakarta #jpo_tendean #gatot_subroto #transjakarta #polda_metro_jaya #lalu_lintas_jakarta
Tim Jurnalis Nasional & Internasional

Tim Redaksi Combiendetemps News terdiri dari jurnalis berpengalaman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, berdedikasi untuk menyajikan berita harian terlengkap dan terpercaya. Dari politik di Senayan hingga peristiwa di pelosok negeri, dari ekonomi makro hingga budaya lokal, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas setiap harinya.