Skema Tarif Langganan Transjakarta Guna Menarik Minat Komuter
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026-2029, Sugihardjo, langsung membuat gebrakan setelah resmi dilantik. Ia mengusulkan penerapan sistem tarif langganan bulanan bagi para pengguna setia bus Transjakarta guna memangkas pengeluaran transportasi rutin warga ibu kota.
Langkah ini diajukan seiring adanya rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, serta Mikrotrans yang sudah terintegrasi. Lewat skema langganan bulanan senilai Rp200.000, para pekerja komuter dinilai bisa menghemat pengeluaran harian mereka secara signifikan.
Read Also
Sugihardjo menjelaskan bahwa simulasi hitungan ini didasarkan pada asumsi 25 hari kerja dalam sebulan. "Kalau tarifnya Rp5.000 berangkat dan Rp5.000 pulang, totalnya sudah Rp10.000 per hari, sehingga dalam sebulan bisa mencapai Rp250.000," ujarnya setelah pelantikan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Melalui sistem berlangganan tersebut, DTKJ merekomendasikan pemberian diskon sebesar 20 persen bagi masyarakat. Kebijakan serupa sejatinya telah sukses diterapkan di berbagai kota besar dunia dan terbukti efektif menarik minat pengendara pribadi untuk beralih ke transportasi publik.