Kematian datang dengan senyap di Cape Town. Gelandang Afrika Selatan, Jayden Adams, ditemukan tidak bernyawa pada Sabtu pagi di sebuah rumah di Schotschekloof. Usianya baru 25 tahun. Beberapa pekan lalu, dia masih berlari di lapangan hijau, membela negaranya di turnamen terbesar di dunia.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari eNCA, penyebab kematian sang pesepak bola muda belum diketahui dengan pasti. Polisi di Afrika Selatan segera bergerak. Menurut pernyataan kepolisian setempat, mereka telah membuka penyelidikan resmi setelah jenazah pria muda itu ditemukan di pinggiran pusat kota tersebut. Lapangan sepak bola kehilangan salah satu putranya yang paling berbakat.
Adams bermain tiga kali untuk Afrika Selatan di Piala Dunia tahun ini sebelum langkah mereka dihentikan oleh Kanada di babak 32 besar. Di tingkat klub, dia adalah andalan bagi Mamelodi Sundowns setelah pindah dari Stellenbosch FC. Berdasarkan keterangan dari South African Football Players Union, kepergiannya adalah kehilangan yang sangat besar bagi keluarga, rekan setim, dan seluruh bangsa yang dia bela dengan penuh keberanian.
Asosiasi pemain sepak bola itu menuliskan penghormatan terakhir mereka lewat media sosial. "Kematian telah merampok salah satu dari kita dengan kejam," kata mereka dalam pernyataan resmi tersebut. Mereka menambahkan bahwa bangsa telah kehilangan seorang pesepak bola yang luar biasa, namun warisan kerendahan hati dan bakatnya akan selalu diingat selamanya.
Menurut Federasi Sepak Bola Afrika Selatan, Adams adalah pria dengan ketabahan yang kuat. Dia tetap turun ke lapangan dan bermain saat timnya bermain imbang satu sama lain melawan Republik Ceko, tepat sehari setelah neneknya meninggal dunia. Kini, sang gelandang muda telah menyusulnya, meninggalkan lapangan hijau yang belum selesai dia taklukkan.