Kolam itu kini kering dan sunyi. Air biru yang menyerupai warna bendera Amerika Serikat telah surut, menyisakan sedimen kering, lumut, dan puing-puing di dasarnya. Menurut pernyataan Presiden Donald Trump pada Senin malam, Lincoln Memorial Reflecting Pool sengaja dikuras untuk memperbaiki luka-luka dalam pada lapisan kolam yang menurutnya dirusak oleh para perusak dua minggu lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Lelaki itu menulis dengan amarah yang tertahan di media sosial miliknya. "Kami menguras Kolam Refleksi yang indah hari ini untuk memperbaiki bekas luka dan kerusakan yang dilakukan oleh para perandal," kata Trump. Ia mengklaim bahwa robekan pada lapisan kolam itu membentang sepanjang 300 yard, sebuah luka yang panjang dan dipaksakan oleh tangan-tangan yang kasar.
Berdasarkan pengamatan dari CNN, sisa-sisa air yang surut memperlihatkan dasar kolam yang sempat dijanjikan akan tampil megah. Proyek renovasi senilai lebih dari 14 juta dolar ini telah lama didera masalah, mulai dari pertumbuhan alga yang hijau pekat hingga cat dasar yang mengelupas, sebelum akhirnya isu perusakan ini mencuat ke permukaan.
Namun, kebenaran di lapangan sering kali sedingin air kolam itu sendiri. Beberapa pihak yang memeriksa area tersebut tidak melihat adanya bekas robekan sepanjang tiga lapangan sepak bola seperti yang digambarkan sang presiden. Pagar pembatas yang tinggi mengelilingi situs sejarah di Amerika Serikat itu, menjaga rahasia di dasarnya tetap tersembunyi dari pandangan mata yang ingin tahu.
Menurut Sekretaris Interior Doug Burgum, pemerintah memiliki bukti kuat berupa foto-foto yang menunjukkan kerusakan tersebut disebabkan oleh tindakan kriminal. Di sisi lain, beberapa orang, termasuk mantan atlet kano Olimpiade David Hearn, telah dituntut atas tuduhan merusak properti karena mengelupas cat biru dari kolam tersebut, meskipun mereka semua menyatakan tidak bersalah di hadapan hukum.
Trump tetap bersikeras bahwa kolam itu disayat dengan pisau atau pemotong kardus, dan masalah alga pun terjadi karena ulah para perusak. Kolam besar itu kini menunggu air baru datang. Pekerjaan perbaikan sedang berjalan di bawah terik matahari, dan presiden berjanji tempat itu akan segera kembali berfungsi seperti sedia kala.