Strategi "Logistical Lockdown" Ukraina Lumpuhkan Pasukan Rusia
Ambisi Moskow untuk menguasai sisa 20 persen wilayah Donetsk di Ukraina timur sebelum akhir tahun ini tampaknya menemui jalan buntu. Lembaga kajian Institute for the Study of War (ISW) melaporkan bahwa laju serangan pasukan Presiden Vladimir Putin menurun drastis sepanjang paruh pertama tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Berdasarkan data geospasial, Rusia hanya berhasil merebut 622 kilometer persegi wilayah dalam enam bulan pertama tahun ini, merosot tajam dari 2.190 kilometer persegi pada periode yang sama tahun lalu. Ditambah lagi, militer Ukraina memperkirakan Rusia kehilangan sekitar 39.490 tentaranya hanya selama bulan Juni, angka yang jauh melampaui kapasitas perekrutan bulanan Moskow.
Read Also
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa keberhasilan Kyiv menahan gempuran ini berkat strategi "Logistical Lockdown". Melalui peningkatan produksi drone dan rudal jarak jauh domestik, Ukraina secara sistematis menghancurkan jalur suplai bahan bakar, gardu listrik di Krimea, serta amunisi di lini belakang pertahanan Rusia.
Di tengah tekanan militer yang meningkat, Moskow mulai menunjukkan sinyal terbuka terhadap upaya mediasi perdamaian melalui Amerika Serikat. Di sisi lain, serangan jarak jauh Ukraina ke kilang-kilang minyak utama Rusia kini mulai memicu kelangkaan bahan bakar domestik yang membuat situasi ekonomi di dalam negeri Rusia kian memanas.